Melalui kegiatan sosialisasi ini, BP Tapera berharap semakin banyak masyarakat memahami dan memanfaatkan Program KPR Sejahtera FLPP sehingga semakin banyak masyarakat berpenghasilan rendah yang dapat mewujudkan impian memiliki rumah pertama.
Kota Batu, 1 Juli 2026 – Badan Pengelola Tabungan Perumahan
Rakyat (BP Tapera) bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP)
serta PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menggelar kegiatan Kolaborasi
Program Pembiayaan Perumahan dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat di Kota Batu, Jawa
Timur. Kegiatan ini menjadi wadah edukasi bagi masyarakat, pelaku usaha, dan
para pemangku kepentingan mengenai berbagai skema pembiayaan perumahan
pemerintah sekaligus memperkuat sinergi dalam mendukung Program 3 Juta Rumah.
Mengawali kegiatan, Staf Ahli Menteri Kementerian PKP, Riadi
Arief Aladin, menjelaskan bahwa Kredit Program Perumahan (KPP) merupakan
instrumen strategis pemerintah dalam mendorong penyediaan rumah layak,
berkualitas, dan terjangkau. Menurutnya, melalui KPP pemerintah memberikan
dukungan pembiayaan kepada pelaku usaha sektor perumahan, termasuk UMKM dan
pengembang, guna mempercepat penyediaan hunian bagi masyarakat.
Selanjutnya, Direktur Kerja Sama dan Kebijakan Pembiayaan BP
Tapera, Alfian Arif, memaparkan berbagai ketentuan Program KPR Sejahtera FLPP,
mulai dari persyaratan penerima, mekanisme pembiayaan, hingga hak dan kewajiban
penerima manfaat. Ia menegaskan bahwa KPR Sejahtera FLPP merupakan wujud
komitmen pemerintah dalam membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR)
memiliki rumah pertama melalui skema pembiayaan yang terjangkau.
Melengkapi sesi sosialisasi, Small Business Manager BRI Kota
Batu, Dimas Sutikno Putro, menjelaskan peran BRI sebagai bank penyalur dalam
mendukung program pembiayaan perumahan pemerintah. Menurutnya, BRI berperan
dalam proses verifikasi calon debitur, analisis kelayakan pembiayaan, hingga
pendampingan proses akad kredit sehingga masyarakat memperoleh layanan
pembiayaan yang mudah, cepat, dan sesuai ketentuan.
Sesi tanya jawab berlangsung interaktif. Menanggapi
pertanyaan peserta mengenai anak yang orang tuanya dalam satu Kartu Keluarga
telah membeli rumah melalui Program KPR Sejahtera FLPP, Komisioner BP Tapera,
Heru Pudyo Nugroho, menjelaskan bahwa setiap calon penerima tetap dapat
memanfaatkan program tersebut sepanjang memenuhi seluruh persyaratan yang telah
ditetapkan pemerintah. Apabila yang bersangkutan telah membentuk keluarga
sendiri, memenuhi kriteria sebagai masyarakat berpenghasilan rendah, serta belum
pernah menerima subsidi perumahan, maka dapat mengajukan KPR Sejahtera FLPP
sesuai ketentuan yang berlaku.
Menjawab pertanyaan lain terkait penerima FLPP yang harus
berpindah domisili atau tempat kerja ke daerah lain setelah memiliki rumah
subsidi, Alfian Arif menegaskan bahwa pemanfaatan rumah subsidi harus tetap
mengikuti ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Setiap
perubahan kondisi penerima wajib disesuaikan dengan regulasi pemerintah agar
tujuan utama program dalam menyediakan rumah layak bagi masyarakat
berpenghasilan rendah tetap terjaga
Menutup kegiatan, Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho
menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah, perbankan, pengembang, dan
pemerintah daerah menjadi kunci dalam memperluas akses masyarakat terhadap
pembiayaan rumah.
“BP Tapera akan
terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar penyaluran
KPR Sejahtera FLPP semakin tepat sasaran, cepat, dan memberikan manfaat yang
lebih luas bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Sinergi antara pemerintah,
perbankan, pengembang, dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam mempercepat
penyediaan rumah layak dan terjangkau bagi masyarakat,” ujar Heru.
Hingga 1 Juli 2026, realisasi penyaluran KPR Sejahtera FLPP
secara nasional telah mencapai 93.339 unit rumah dengan nilai pembiayaan
sekitar Rp11,6 triliun. Penyaluran tersebut didukung oleh 36 bank penyalur, 22
asosiasi pengembang, 10.902 pengembang, dan 9.358 perumahan yang tersebar di 35
provinsi serta 377 kabupaten/kota di Indonesia.
Sementara itu, di Provinsi Jawa Timur, realisasi penyaluran
FLPP telah mencapai 24.763 unit rumah dengan nilai pembiayaan sekitar Rp2,9
triliun, melibatkan 13 asosiasi, 1.104 pengembang, 1.178 perumahan, dan 9 bank
penyalur. Tiga kabupaten dengan realisasi penyaluran FLPP terbesar di Jawa
Timur yakni Kabupaten Jember sebanyak 939 unit, Kabupaten Malang sebanyak 813
unit, dan Kabupaten Kediri sebanyak 533 unit.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, BP Tapera berharap semakin
banyak masyarakat memahami dan memanfaatkan Program KPR Sejahtera FLPP sehingga
semakin banyak masyarakat berpenghasilan rendah yang dapat mewujudkan impian
memiliki rumah pertama.
Press Release ini sudah tayang di VRITIMES

![[Aggregator] Downloaded image for imported item #14585](https://www.sotarduganews.co.id/wp-content/uploads/2026/07/public-51-200x112.jpg)
![[Aggregator] Downloaded image for imported item #14573](https://www.sotarduganews.co.id/wp-content/uploads/2026/07/public-47-200x112.jpg)
![[Aggregator] Downloaded image for imported item #14576](https://www.sotarduganews.co.id/wp-content/uploads/2026/07/public-48-200x112.jpg)
![[Aggregator] Downloaded image for imported item #14579](https://www.sotarduganews.co.id/wp-content/uploads/2026/07/public-49-200x112.jpg)
![[Aggregator] Downloaded image for imported item #14582](https://www.sotarduganews.co.id/wp-content/uploads/2026/07/public-50-200x112.jpg)
![[Aggregator] Downloaded image for imported item #14558](https://www.sotarduganews.co.id/wp-content/uploads/2026/07/public-42-200x112.jpg)
