XAUUSD Kehilangan Momentum, Dupoin Futures Prediksi Koreksi Sebelum Reli Berikutnya

Pergerakan harga emas (XAUUSD) diperkirakan masih berada dalam fase konsolidasi pada perdagangan hari Kamis (23/7). Berdasarkan analisis terbaru dari Dupoin Futures, tren utama emas (XAUUSD) masih mengarah bullish. Namun, sebelum melanjutkan kenaikan ke level yang lebih tinggi, pasar diperkirakan akan mengalami koreksi teknikal sebagai bagian dari proses penyeimbangan setelah reli yang terjadi dalam beberapa sesi sebelumnya. Menurut analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, tekanan beli mulai kehilangan tenaga ketika harga berulang kali gagal melewati area resistance penting. Situasi tersebut membuka peluang terjadinya pelemahan jangka pendek sebelum momentum bullish kembali terbentuk.

Analisis teknikal Dupoin Futures pada time frame H4 (4 jam) menunjukkan bahwa harga emas (XAUUSD) masih bergerak dalam struktur tren naik. Meski demikian, upaya harga untuk menembus kisaran resistance 4.135 hingga 4.148 belum membuahkan hasil. Beberapa kali percobaan breakout berakhir dengan penolakan (rejection), yang mengindikasikan bahwa pelaku pasar mulai melakukan aksi ambil untung setelah kenaikan yang cukup signifikan. Kondisi tersebut membuat peluang terjadinya koreksi menjadi lebih besar dibandingkan kelanjutan kenaikan dalam jangka sangat pendek.

Menurut Geraldo Kofit dari Dupoin Futures, kegagalan menembus resistance bukan berarti tren bullish telah berakhir. Justru, koreksi yang terjadi dapat menjadi bagian dari pembentukan secondary trend, yaitu fase penyesuaian harga yang lazim terjadi sebelum tren utama kembali berlanjut. Dalam kondisi seperti ini, pasar biasanya mencari area support baru yang lebih kuat untuk membangun fondasi kenaikan berikutnya. Oleh sebab itu, koreksi yang terjadi saat ini masih dinilai sehat selama tidak merusak struktur tren naik yang telah terbentuk sebelumnya.

Dupoin Futures memproyeksikan area 4.082 hingga 4.063 sebagai zona support penting yang patut menjadi perhatian investor dan trader. Jika harga emas (XAUUSD) bergerak turun menuju area tersebut dan menunjukkan sinyal rejection, atau membentuk pola swing low baru, kondisi tersebut dapat menjadi indikasi bahwa tekanan jual mulai berkurang dan minat beli kembali meningkat. Menurut Dupoin Futures, skenario tersebut justru memberikan peluang yang lebih ideal bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan posisi beli dibandingkan masuk ketika harga masih berada di dekat resistance.

Sinyal koreksi juga diperkuat oleh indikator teknikal Stochastic yang mulai bergerak turun dari area overbought. Perubahan arah indikator tersebut menunjukkan bahwa momentum beli tidak lagi sekuat sebelumnya. Walaupun demikian, indikator tersebut belum memberikan sinyal pembalikan tren secara keseluruhan. Dengan kata lain, Dupoin Futures menilai pelemahan yang berpotensi terjadi masih bersifat sementara selama harga emas (XAUUSD) tetap mampu bertahan di atas area support yang telah diproyeksikan.

Dari sisi strategi perdagangan, Dupoin Futures menyarankan pelaku pasar untuk tetap mengedepankan disiplin dalam mengelola risiko. Trader disarankan tidak terburu-buru melakukan pembelian ketika harga masih bergerak turun tanpa adanya konfirmasi teknikal. Menunggu terbentuknya pola pembalikan arah di area support dinilai sebagai pendekatan yang lebih bijak karena dapat memberikan rasio risiko dan potensi keuntungan yang lebih seimbang. Strategi ini juga membantu menghindari kemungkinan masuk pasar terlalu dini apabila tekanan jual ternyata masih berlanjut.

Sementara itu, dari sisi fundamental, Dupoin Futures melihat bahwa harga emas (XAUUSD) masih dipengaruhi oleh sikap hati-hati investor global yang memilih menunggu katalis baru sebelum mengambil keputusan investasi. Fokus utama pasar saat ini tertuju pada arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed), berbagai data ekonomi Amerika Serikat, serta komentar dari para pejabat bank sentral yang berpotensi memberikan petunjuk mengenai langkah kebijakan moneter selanjutnya.

Menurut Dupoin Futures, apabila data ekonomi Amerika Serikat masih menunjukkan ketahanan, peluang The Fed mempertahankan suku bunga tinggi akan tetap terbuka. Kondisi tersebut berpotensi memperkuat dolar AS sehingga dapat membatasi ruang kenaikan harga emas (XAUUSD). Sebaliknya, apabila data ekonomi menunjukkan perlambatan atau muncul sinyal bahwa inflasi mulai terkendali, ekspektasi terhadap kebijakan moneter yang lebih longgar dapat meningkat. Skenario tersebut biasanya menjadi sentimen positif bagi emas (XAUUSD) karena berpotensi melemahkan dolar AS dan menurunkan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat.

Selain faktor kebijakan moneter, Dupoin Futures juga mencermati berkurangnya permintaan terhadap aset safe haven seiring meredanya tensi geopolitik dalam jangka pendek. Kondisi tersebut membuat sebagian investor memilih merealisasikan keuntungan setelah reli harga sebelumnya melalui aksi profit taking. Tekanan jual yang muncul akibat aksi ambil untung ini menjadi salah satu faktor yang mendukung peluang koreksi teknikal pada harga emas (XAUUSD) dalam beberapa sesi perdagangan ke depan.

Meskipun demikian, Dupoin Futures tetap memandang prospek jangka menengah harga emas (XAUUSD) masih cukup positif. Selama harga mampu bertahan di atas area support 4.082–4.063, peluang untuk kembali menguji resistance 4.135–4.148 masih terbuka. Jika nantinya resistance tersebut berhasil ditembus dengan dukungan volume transaksi yang kuat, maka momentum bullish berpotensi kembali menguat dan membuka peluang kenaikan menuju level yang lebih tinggi.

Secara keseluruhan, Dupoin Futures menilai harga emas (XAUUSD) masih berada dalam tren naik, meskipun dalam jangka pendek pasar berpotensi mengalami fase koreksi terlebih dahulu. Koreksi tersebut dipandang sebagai proses normal dalam sebuah tren bullish dan dapat menjadi momentum yang lebih baik bagi pelaku pasar untuk mencari peluang akumulasi. Oleh karena itu, investor dan trader disarankan untuk terus memantau perkembangan data ekonomi Amerika Serikat, arah kebijakan Federal Reserve, serta respons harga emas (XAUUSD) ketika memasuki area support utama sebagai acuan dalam menentukan strategi perdagangan berikutnya.

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *