TERIRIS, Kisah Perjalanan Kehidupan Korban Perpisahan Kedua Orang Tua Y Zai

Inilah Kisah Yata Dalam Hidupku”

Y Zai lahir pada tanggal 9 bulan 5 Tahun 1979 dan sudah di tinggalkan kedua orang tua di usia 2 bulan.

“Saya di besarkan orang Tua dari BPK, KAKEK dan NENEK, menurut cerita yg di utaran kakek & nenek saya, bahwa perpisahan orang tua saya,  Bukan karena becerai hanya di karenakan kecemburuan ayah saya terhadap IBua saya.

Ayah saya menikah di usia 15 THN, Bunda usia 14 THN , mereka keduanya saat itu di jodohkan, menurut cerita kakek & nenek terhadapku.

Kakek & nenek, sangat menyayangi Aku, merekalah yang membesarkan ku sampai usia sekitar umur 8-9 Tahun.

Di usia 9 tahun ada keluarga mengajak pergi katanya akan mempertemukanku terhadap ibuku, ternyata disaat itu ibuku sudah pindah rumah, berhubung belum ketemu sama bunda, saudara itu mengatakan terhadapku ada yang saya kenal orang china bagaimana kalau kamu tinggal sama mereka, Kata keluargaku.

Namanya masih anak kecil saya ikuti saja orang china ini mereka juga menerimaku dengan baik, & mereka mengagap Aku sebagai anak kandung mereka.

Nah pada saat itu juga saya di bawa kenegri sebrang kota Sibolga mereka tinggal di jln Supratman, dekat pasar blakang di si bolga, disitulah saya tinggal (adopsi) selama kurang lebih 2 Minggu. Pada saat itu ada Bus melintas & berhanti didepan rumah bus itu membawa anak anak, mungkin di saat itu rombongan anak sekolah (menurunkan) saya tidak tau pada saat itu, saya naik ke bus melihatnya karna bus itu saya lihat sangat cantik.

Pada saat itu juga bus berangkat ntah kemana di bus itulah saya ketiduran, setelah berhenti sampai ke tujuan bus, baru saya bangun akhirnya supir bus menanyakan ke saya, kamu siapa di mana rumahmu saya jawab saya ngak tau, apa lagi supir itu berbahasa Sibolga, saya juga ngak ngerti karna kasihan dia melihatku di titipnya Aku ke terminal Sibolga.

Di saat itulah saya tidak tau kemana Aku pergi, di terminal itulah saya tidur selama kurang lebih 2 tahun, selama 2 Tahun saya memakan makanan sisa nasi yang di buang, untuk bertahan hidup.

Bersambung.

( M ZAI )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *