Harga emas hari ini berpeluang mengalami penguatan setelah membentuk pola Double Bottom pada grafik harian. Berdasarkan analisis teknikal Dupoin Futures, pola tersebut membuka peluang pembalikan arah dari tren bearish menuju bullish. Meski demikian, pergerakan XAUUSD masih perlu mencermati level support dan resistance serta perkembangan ekonomi global yang dapat memengaruhi permintaan emas.
Geraldo Kofit, analis Dupoin Futures, menilai formasi Double Bottom menjadi salah satu sinyal yang patut diperhatikan oleh pelaku pasar. Pola ini terbentuk ketika harga menguji area bawah sebanyak dua kali dan menunjukkan potensi melemahnya tekanan jual. Apabila momentum kenaikan berlanjut, harga emas berpeluang bergerak menuju area resistance US$4.276–US$4.316.
Dalam analisis Dupoin Futures, level US$4.171 menjadi support penting yang perlu diperhatikan. Selama harga emas mampu bertahan di atas area tersebut, peluang terjadinya pembalikan tren bullish masih terbuka. Sebaliknya, apabila tekanan jual kembali meningkat dan harga menembus support, skenario penguatan perlu dievaluasi kembali.
Selain faktor teknikal, prospek harga emas juga dipengaruhi oleh kondisi geopolitik dan kebijakan moneter Amerika Serikat. Ketidakpastian di kawasan Timur Tengah berpotensi meningkatkan permintaan terhadap emas sebagai aset lindung nilai atau safe haven. Dalam situasi ketika risiko global meningkat, sebagian investor cenderung mencari instrumen yang dinilai dapat membantu menjaga nilai aset mereka.
Dupoin Futures juga menyoroti pergerakan harga minyak sebagai salah satu faktor yang dapat memengaruhi prospek emas. Penurunan harga minyak berpotensi meredakan kekhawatiran terhadap inflasi. Jika tekanan inflasi berkurang, ekspektasi pasar terhadap suku bunga dan imbal hasil obligasi pemerintah AS dapat berubah, sehingga berpotensi memberikan ruang bagi harga emas untuk menguat.
Namun, peluang kenaikan emas tidak terlepas dari sejumlah tantangan. Penguatan dolar AS dapat membatasi kenaikan XAUUSD karena emas yang dihargai dalam dolar menjadi relatif lebih mahal bagi pemegang mata uang lain. Selain itu, ekspektasi terhadap arah kebijakan suku bunga Federal Reserve atau The Fed tetap menjadi faktor penting yang dapat memengaruhi daya tarik emas dibandingkan aset berbunga.
Karena itu, Dupoin Futures menilai pelaku pasar perlu memperhatikan kombinasi sinyal teknikal dan perkembangan fundamental sebelum mengambil keputusan. Pola Double Bottom memberikan indikasi awal potensi pembalikan arah, tetapi konfirmasi pergerakan harga tetap diperlukan untuk menilai keberlanjutan momentum bullish.
Dengan support US$4.171 dan resistance US$4.276–US$4.316 sebagai level acuan, prospek harga emas masih bergantung pada kemampuan XAUUSD mempertahankan area support serta menembus resistance terdekat. Analisis Dupoin Futures ini dapat menjadi referensi untuk memahami dinamika pasar emas, bukan jaminan bahwa harga akan bergerak sesuai skenario tersebut.
Pelaku pasar tetap perlu memperhatikan perkembangan geopolitik, pergerakan dolar AS, data ekonomi Amerika Serikat, dan komunikasi The Fed karena faktor-faktor tersebut dapat memicu perubahan volatilitas harga emas dalam waktu singkat.
Press Release ini sudah tayang di VRITIMES

![[Aggregator] Downloaded image for imported item #22630](https://www.sotarduganews.co.id/wp-content/uploads/2026/10/public-257.avif)
![[Aggregator] Downloaded image for imported item #22633](https://www.sotarduganews.co.id/wp-content/uploads/2026/10/public-258.avif)
![[Aggregator] Downloaded image for imported item #22639](https://www.sotarduganews.co.id/wp-content/uploads/2026/10/public-260.avif)
![[Aggregator] Downloaded image for imported item #22642](https://www.sotarduganews.co.id/wp-content/uploads/2026/10/public-261.avif)
![[Aggregator] Downloaded image for imported item #22645](https://www.sotarduganews.co.id/wp-content/uploads/2026/10/public-262.avif)
![[Aggregator] Downloaded image for imported item #22624](https://www.sotarduganews.co.id/wp-content/uploads/2026/10/public-255.avif)
