DAIRI, Sotarduganews – Kabupaten Dairi darurat judi! Praktik toto gelap (togel) bukan lagi rahasia, tapi sudah jadi tontonan bebas di 15 kecamatan. Ironisnya, penegak hukum yang digaji negara untuk memberantas, justru kompak tutup mulut, Jumat (16/10/26).
Empat pejabat strategis Polda Sumut memilih bungkam saat dikonfirmasi. Mereka adalah Kapolda Sumut Irjen Pol Sonny Irawan, Dirkrimum Polda Sumut Kombes Pol Cornelis Mangarahon Simanjuntak, Kapolres Dairi AKBP Otniel Siahaan, dan Kasat Reskrim Polres Dairi Iptu Darman Lumbanraja.
Konfirmasi resmi via WhatsApp sudah dilayangkan redaksi. Hasilnya? Nihil. Tidak ada jawaban. Tidak ada klarifikasi. Sikap bungkam ini memicu amarah warga.
Data yang dihimpun Sotarduganews, togel sudah menggurita di Berampu, Gunung Sitember, Lae Parira, Parbuluan, Pegagan Hilir, Sidikalang, Siempat Nempu, Siempat Nempu Hilir, Siempat Nempu Hulu, Silahisabungan, Silima Pungga-Pungga, Sitinjo, Sumbul, Tanah Pinem, dan Tigalingga.
Modusnya vulgar. Juru tulis (jurtul) mangkal di kedai kopi, lapo tuak, dan rumah warga. Rekap nomor judi dilakukan terang-terangan lewat WhatsApp. Seolah-olah Dairi adalah daerah tanpa hukum.
Di lapangan, warga menyebut dua koordinator lapangan berinisial DM dan BT yang mengendalikan wilayah Tigalingga, Pegagan Hilir dan Sumbul.
Yang paling mengejutkan, bandar besar Dairi diduga milik oknum berseragam. Warga secara blak-blakan menyebut bandar tersebut adalah oknum Koptu AS dan dikendalikan oleh ALX S.
Lebih sadis lagi, warga menduga Polres Dairi dan Polda Sumut rutin menerima setoran dari jaringan judi haram tersebut. Dugaan itu mencuat karena bisnis haram milik oknum tersebut tidak pernah tersentuh hukum dan melakukan penindakan menyeluruh.
“Jelas ada setoran, Lae. Kalau tidak, mana berani buka di kedai kopi tiap hari. Jurtul kecil paling ditangkap untuk formalitas. Bandar besar yang diduga Koptu AS itu mana pernah ditangkap. Kami duga sudah ada kongkalikong,” beber seorang warga Sidikalang dengan nada geram, yang identitasnya dirahasiakan demi keamanan.
Hingga berita ini diterbitkan, dugaan aliran setoran tersebut belum bisa diverifikasi secara independen karena 4 pejabat Polda Sumut yang dikonfirmasi kompak bungkam.
Sikap bungkam Polres Dairi menimbulkan pertanyaan besar: ADA APA? Ada apa dengan Polres Dairi? Mengapa kejahatan yang jelas-jelas dilarang negara dalam KUHP Baru Pasal 426 dengan ancaman 9 tahun penjara dan denda Rp 2 Miliar dibiarkan hidup subur?
Fungsi Kepolisian di mana jika 15 kecamatan dikuasai togel dan pimpinan memilih diam?
Masyarakat kini menantang Kapolri baru Jenderal Pol Suyudi Ario Seto yang dilantik 1 Oktober 2026 untuk membuktikan slogan Polri Sahabat Masyarakat. Warga meminta Irjen Pol Sony Irwan dicopot jika tidak mampu menertibkan anak buahnya di Dairi.
“Copot Kapolres Dairi! Copot Kasat Reskrim! Kalau Kapolda Sumut Sonny Irawan tidak mampu, copot juga! Kami butuh Kapolri turun ke Dairi,” tegas warga.
Hingga berita ini ditayangkan, tidak ada satu pun pejabat yang memberikan hak jawab. Redaksi Sotarduganews.co.id masih membuka ruang hak jawab seluas-luasnya sesuai UU Pers No. 40 Tahun 1999.
(Tim)






