Dit Lantas Polda Sumbar Gunakan Speed Gun Awasi Kecepatan Kendaraan di Tol Padang

Sumbar,- Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Kepolisian Daerah (Polda) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) membekali petugas patroli dengan speed gun untuk mengawasi laju kecepatan kendaraan yang melintas di Tol Padang-Sicincin yang telah beroperasi penuh.

“Personel yang bertugas di jalan tol ini akan kita bekali dengan speed gun untuk mengawasi atau memonitor kecepatan kendaraan yang melintas,” kata Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sumbar AKBP Polisi Muhammad Reza Chairul Akbar Sidiq di Kota Padang, Rabu.

Speed gun merupakan alat pengukur kecepatan yang menggunakan teknologi radar atau laser untuk mengetahui kecepatan laju kendaraan bermotor yang melintas di jalan raya.

Dirlantas mengatakan penggunaan speed gun tersebut sangat penting agar tidak ada pengguna jalan tol yang melanggar ketentuan lalu lintas, atau mengendarai kendaraan di atas 80 kilometer per jam.

Untuk memasifkan pengawasan lalu lintas dan penindakan di jalan bebas hambatan pertama di Provinsi Sumbar tersebut, Ditlantas Polda setempat mengerahkan tujuh personel khusus setiap harinya untuk berpatroli.

“Ada tujuh personel yang kita tempatkan setiap harinya dan akan berpatroli selama 24 jam penuh,” sebut AKBP Reza.

Tidak hanya itu, ke depannya, pihaknya akan berkoordinasi dengan Hutama Karya selaku pengelola jalan tol terkait pemasangan electronic traffic law enforcement (ETLE) yang ditujukan untuk menindak pelanggar lalu lintas di jalan tol.

“Nanti di beberapa titik akan dipasang ETLE untuk mempermudah dan memantau pengendara yang melanggar lalu lintas,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Regional Sumatera Bagian Tengah Hutama Karya Bromo Waluko Utomo mengatakan jalan Tol Padang-Sicincin sudah bisa dilalui oleh semua jenis kendaraan dan golongan tanpa dikenakan tarif.

“Per hari ini kita sudah full operasi dan semua golongan kendaraan sudah bisa masuk tapi tetap harus melakukan tapping walaupun tidak berbayar,” kata dia.

Meskipun sudah dioperasikan secara penuh Hutama Karya masih mengebut pengerjaan rest area yang berada di STA 23+000. Hingga saat ini progres dua rest area itu sudah mencapai 85 persen dan ditargetkan rampung pada Juli 2025.

Selain rest area Hutama Karya juga akan fokus pada pelebaran persimpangan sebidang di exit Tol Tarok City. Sambungan antara jalan tol dengan jalan nasional masih sempit sehingga kerap menimbulkan penumpukan kendaraan.
Source : antaranews.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *