NTT,- Komisi XIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mengapresiasi pelayanan paspor Imigrasi Kupang. Hal itu terungkap dalam kunjungan kerja Komisi XIII ke Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (22/7/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari agenda reses Komisi XIII di Provinsi NTT yang berlangsung pada 22–26 Juli 2026. Kedatangan rombongan disambut Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi NTT Saroha Manullang di dampingi kepala kantor imigrasi dan Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) di lingkungan Kanwil Ditjen Imigrasi NTT. Dalam peninjauan tersebut, anggota Komisi XIII memberikan perhatian pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Salah satu yang menjadi sorotan adalah percepatan proses penerbitan paspor. Anggota Komisi XIII DPR RI, Umbu Kabunang Rudi Yanto Hunga mengaku melihat perubahan signifikan dibandingkan saat kunjungan sebelumnya. “Saya sudah datang kali kedua. Jadi tampilannya sudah banyak berubah. Terutama pelayanannya. Saya coba cek tadi, sekarang pengurusan paspor sudah selesai dalam tiga hari. Ini luar biasa,” ujarnya. Menurut Umbu, percepatan layanan tersebut menjadi indikator meningkatnya kualitas pelayanan publik di Kantor Imigrasi Kupang. Dengan sistem yang berjalan saat ini, masyarakat yang mengajukan permohonan paspor pada hari Jumat sudah dapat mengambil dokumen tersebut pada hari Senin karena hari Minggu tidak dihitung sebagai hari kerja.
Ia menilai capaian tersebut patut diapresiasi karena memberikan kepastian dan kemudahan bagi masyarakat. Meski mengapresiasi peningkatan pelayanan, Komisi XIII juga mencermati keterbatasan ruang pelayanan yang dimiliki Kantor Imigrasi Kupang. Ketua rombongan, Andreas Hugo Pareira, mengatakan masih terdapat area kosong di bagian belakang kantor yang berpotensi dimanfaatkan untuk memperluas ruang pelayanan. “Kalau kita lihat memang ada peningkatan pelayanan paspor, tetapi kapasitas ruangnya masih terbatas. Di bagian belakang masih ada ruang kosong yang bisa didukung dengan infrastruktur agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik,” kata Andreas. Menurut dia, pemanfaatan ruang tersebut dapat menjadi solusi untuk menambah kapasitas pelayanan sekaligus meningkatkan kenyamanan masyarakat yang datang mengurus dokumen keimigrasian. Dengan penambahan fasilitas, masyarakat diharapkan tidak lagi harus menunggu di luar ruangan ketika jumlah pemohon meningkat.
Sementara itu Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi NTT, Saroha Manullang, menjelaskan bahwa sebagian besar masyarakat yang mengurus dokumen perjalanan di Kupang memiliki tujuan ke Timor-Leste. Tingginya mobilitas masyarakat ke negara tetangga tersebut dipengaruhi hubungan kekeluargaan, kedekatan geografis, serta aktivitas sosial dan ekonomi yang telah berlangsung sejak lama. Anggota Komisi XIII dari Fraksi PKS, Saadiah Uluputy menilai kondisi tersebut menunjukkan pentingnya peran Kantor Imigrasi Kupang dalam mendukung mobilitas masyarakat lintas negara. “Pelayanannya sangat baik. Negara tujuan yang paling banyak adalah Timor-Leste karena hubungan persaudaraan masyarakat Kupang dan Timor-Leste sangat erat,” tukasnya. Selain pelayanan, sejumlah anggota Komisi XIII juga memberikan apresiasi terhadap perubahan fisik Kantor Imigrasi Kupang yang kini tampil lebih modern. Anggota Komisi XIII dari Fraksi PDI Perjuangan, Rapidin Simbolon, menilai transformasi tersebut mencerminkan upaya peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat. “Kalau saya, sukses untuk Imigrasi Kupang. Semoga semakin maju. Kami tentu mendukung upaya-upaya peningkatan pelayanan seperti ini,” sebutnya.
Senada dengan itu, anggota Komisi XIII dari Fraksi Partai Demokrat Irjen Pol (Purn) Frederik Kalalembang, mengaku terkesan dengan desain kantor yang dinilai lebih modern dan representatif. Menurut para anggota dewan, lingkungan kerja yang nyaman tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga mendukung produktivitas pegawai. Pada akhir kunjungan, anggota Komisi XIII dari Fraksi PDI Perjuangan Rieke Diah Pitaloka mengatakan hasil peninjauan lapangan akan didalami melalui pemaparan lanjutan di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi NTT. Pendalaman tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai capaian kinerja, tantangan, serta kebutuhan pengembangan pelayanan keimigrasian di NTT. Atas hal tersebut Saroha Manullang, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan masukan yang diberikan Komisi XIII DPR RI. Ia memastikan ruang kosong yang menjadi perhatian anggota dewan akan segera dimanfaatkan untuk mendukung peningkatan pelayanan kepada masyarakat. “Kami mengucapkan terima kasih atas apresiasi dan berbagai masukan dari Komisi XIII DPR RI. Ruang yang masih kosong akan segera kami optimalkan sesuai saran yang diberikan. Adapun capaian kinerja Kanwil Direktorat Jenderal Imigrasi NTT akan kami paparkan lebih lanjut dalam kegiatan pendalaman di Kantor Wilayah,” sebutnya.
(Bali.pikiranrakyat.com)







