Tapanuli Utara, Sotarduganews -– Senin 21 September 2026, Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap percepatan penanganan bencana alam pada ruas jalan nasional Tarutung – Sipirok – Padang Sidempuan (Kluster 1), Sumatera Utara, Sabtu (19/9/26).
Monev dipimpin langsung oleh Pejabat Fungsional Utama Direktorat Jenderal Bina Marga. Kunjungan tersebut didampingi Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara Hardy Siahaan, Kepala Bidang Preservasi II Agung Setyawan, Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Kasatker PJN) Wilayah II Provinsi Sumatera Utara Devi Alcitra, PPK 2.2 Provinsi Sumatera Utara Manaek Manalu, serta Penyedia Jasa Kluster 1.
Kepala BBPJN Sumatera Utara Hardy Siahaan mengatakan, monev dilakukan untuk melihat secara langsung progres penanganan di lapangan sekaligus memastikan pekerjaan berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.
“Fokus kami tidak hanya pada percepatan, tetapi juga tetap memperhatikan kualitas pekerjaan, aspek keselamatan, dan ketepatan waktu pelaksanaan,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, tim meninjau sejumlah titik penanganan dan pengamanan infrastruktur jalan dan jembatan yang terdampak bencana alam.
Untuk mengejar ketertinggalan progres, BBPJN Sumut melakukan langkah percepatan dengan menambah peralatan borepile di sejumlah titik kritis. Langkah ini diambil guna memastikan seluruh pekerjaan di lapangan berjalan sesuai rencana mutu dan jadwal.
BBPJN Sumatera Utara menegaskan komitmennya untuk terus mempercepat pemulihan infrastruktur pascabencana melalui penguatan koordinasi, pengawasan intensif, dan pelaksanaan pekerjaan yang terukur dan akuntabel, sehingga konektivitas dan akses masyarakat di lintas Tarutung – Sipirok – Padang Sidempuan dapat kembali berfungsi secara optimal.
(BBPJN Sumut/Red)

